Bahaya Konsumsi Makanan Ultra-Proses: Ancaman Baru bagi Kesehatan Masyarakat Jawa Tengah

Bahaya Konsumsi Makanan Ultra-Proses: Ancaman Baru bagi Kesehatan Masyarakat Jawa Tengah

Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan
Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
Kelompok 3:
Amelia Rahmawati NIM I2A025002, Rindy Manggalya P NIM I2A025003, Raditya Pradipta NIM I2A025013, Andi Hermawan NIM I2A025027


Konsumsi makanan ultra-proses atau ultra processed food (UPF) semakin menjadi perhatian serius dalam isu kesehatan masyarakat. Produk-produk seperti mi instan, sosis, nugget, minuman bersoda, roti olahan industri, hingga camilan kemasan kini dikonsumsi secara rutin oleh berbagai kelompok usia. Peningkatan konsumsi ini tidak hanya terjadi secara global, tetapi juga sangat nyata di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lonjakan signifikan konsumsi makanan ultra-proses. Pada Riskesdas 2018, tercatat 23,02% keluarga yang mengonsumsi daging olahan dengan pengawet. Angka ini naik tajam menjadi 43,1% pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Bahkan UNICEF (2025) menemukan bahwa 56% siswa sekolah dasar di Jawa Tengah mengonsumsi UPF baik dari rumah maupun jajanan sekolah.

Apa Itu Makanan Ultra-Proses?

Menurut klasifikasi NOVA, makanan ultra-proses adalah produk yang mengalami pengolahan sangat intensif dan mengandung aditif makanan seperti pewarna, perasa buatan, pengawet sintetis, penstabil, serta zat kimia lain yang membuat produk lebih tahan lama dan menarik. Sebagian besar UPF dibuat untuk praktis, murah, dan memiliki cita rasa kuat yang membuat konsumen mudah ketagihan

Contoh UPF yang umum dikonsumsi:

  • Makanan cepat saji
  • Mie instan
  • Sosis, nugget, kornet, dan daging olahan
  • Roti manis olahan industri
  • Minuman manis dan minuman bersoda
  • Camilan kemasan dengan penyedap dan pewarna

Dampak Kesehatan yang Mengkhawatirkan

  • Mudah Menambah Berat Badan

UPF biasanya tinggi minyak, garam, dan gula. Tubuh jadi mudah menimbun lemak, terutama di perut.

  • Gula Darah Cepat Naik

Makanan dan minuman manis dalam kemasan membuat kadar gula naik drastis dan lama-kelamaan bisa memicu diabetes.

  • Membuat Cepat Lapar Lagi

Banyak UPF tidak mengenyangkan karena rendah serat. Hasilnya: cepat lapar dan ingin makan terus.

  • Tidak Baik untuk Jantung

Garam dan lemak jahat yang tinggi bisa menaikkan tekanan darah dan mengganggu kesehatan jantung.

  • Anak jadi Lebih Sering Jajan Tidak Sehat

Anak yang terbiasa UPF akan sulit beralih ke makanan alami karena lidahnya terbiasa rasa gurih–manis yang kuat.

Solusi Sederhana untuk Rumah Tangga

  1. Mulai dari Satu Menu Sehat per Hari

 Contoh langkah kecil:

  • gantikan satu kali camilan kemasan dengan buah,
  • ganti minuman manis kemasan dengan air lemon atau infused water.
  1. Baca Label dengan Aturan 3 Detik

Saat belanja, cukup cek cepat:

  • Gula,
  • Garam (sodium),
  • Lemak.
  1. Bawa Bekal Sederhana

Untuk pekerja/anak sekolah:

  • telur rebus,
  • roti isi sayur,
  • buah potong,
  • atau lauk sederhana buatan rumah.

Lebih sehat dan lebih hemat.

  1. Stok Bahan yang Mudah dan Murah

Agar tetap praktis tanpa UPF, sediakan bahan cepat olah seperti:

  • sayur beku,
  • telur,
  • tahu–tempe,
  • bumbu iris siap pakai,
  • ayam ungkep yang dibekukan.

 

 


Related Posts

Komentar